SIMALUNGUN – Mantan Bupati Simalungun JR
Saragih bertekad merampungkan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan
jembatan, yang terbentang di 31 kecamatan. Pernyataan tersebut terlontar, saat
JR. Saragih menyambangi empat nagori di Kecamatan Raya Kahean, Kamis (12/11).
“Selama saya menjabat sebagai bupati, sudah ratusan nagori saya kunjungi, hanya
tersisa 18 nagori yang belum. Dari hasil kunjungan tersebut, saya memperoleh
simpulan, ada 22 nagori yang belum pernah merasakan pengaspalan jalan,”
ungkapnya.
Menurutnya
pria umur 47 tahun ini, 22 nagori termasuk Panduman dan Gunung Di atas di Raya
Kahean, mengalami kerusakan jalan yang lumayan parah. Lubang menganga terukir
hampir di semua bagian jalan. Ketika hujan pun, air akan tergenang hingga
menyerupai lumpur, lantaran berpadu dengan tanah dan kerikil kasar.
“Hal itu
sangat mengganggu mobilitas warga,” keluh Demenson, tokoh masyarakat Gunung Di atas.
Ia mengungkapkan, hampir setiap hari jalan desa memang dilalui kendaraan berat,
seperti truk pengangkut sawit dan karet. “Hal itu membuat kondisi jalan jadi
kian parah. Belum lagi masalah sempitnya jalan, sehingga menyulitkan pengendara
mobil untuk melewatinya,” imbuh pria yang belum lama menjabat sebagai pangulu
ini.
Keluhan
serupa juga diungkapkan Janaik Purba, tokoh masyarakat di Raya Kahean. “Permintaan
warga yang paling besar, kelak jika JR duduk kembali jadi bupati adalah ihwal
perbaikan infrastruktur. Di dalamnya termasuk pembangunan jalan, jembatan, dan
prasarana pendukungnya,” urainya.
Ia
bercerita, buruknya kondisi jalan membuat warga harus menempuh jarak lebih lama
jika hendak pergi ke Raya atau kecamatan lain. “Rata-rata masyarakat bermata
pencaharian sebagai petani sawit atau karet. Mereka umumnya akan mengantarkan
hasil panen ke pasar di Serdang Berdagai. Jarak yang normalnya bisa ditempuh
satu jam, jadi berlarat-larat hingga dua jam karena jalan rusak,” tuturnya.
Oleh
karena itu, ia berharap JR. Saragih bisa memenuhi mimpi warga untuk memperbaiki
jalan dan jembatan. “Saya mengacungi jempol setiap pembangunan di bidang
kesehatan, pendidikan, dan perumahan yang telah ditunaikan JR. Namun akan
sangat baik lagi jika JR bisa memperluas bidang pembangunan, termasuk di
infrastruktur dan pertanian,” imbuhnya.
Merespon
permintaan warga, JR menegaskan akan memprioritaskan pembangunan jalan dan
jembatan jika terpilih kembali. “Saat ini APBD kita tengah digodok dan terjadi
kenaikan anggaran menjadi sebesar 2,3 triliun rupiah. Nantinya periode
2016-2020, jumlah dana yang dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan
senilai 400 miliar rupiah,” ujarnya.
Pembangunan
jalan itu akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan kondisi yang paling parah
dan paling strategis. “Intinya saya berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan
infrastruktur secara merata. Saya meminta maaf, karena tempo hari harus
memprioritaskan pembangunan pendidikan dan kesehatan dulu, baru infrastruktur,”
ujar JR. Saragih.
Untuk
menyukseskan pembangunan tersebut, JR meminta dukungan warga secara penuh.
“Saya meminta semua masyarakat bisa bergotong-royong menyukseskan pembangunan
ini. Setelah dibangun pun, penjagaan dan perawatan penting untuk dilakukan,”
urainya. Terakhir, JR berpesan supaya warga tak mudah terpancing dengan isu-isu
yang masih diragukan kebenarannya. (Purnama Ayu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar